Minggu, 27 April 2025

Offloading/ Redistribusi Tekanan Pada Pressure Ulcers

 

Tatalaksana utama dari ulkus dekubitus adalah melakukan offloading tekanan dari lokasi luka. Offloading dari tekanan ini dapat dilakukan dengan mengatur posisi dan alas permukaan dari pasien luka tekan.Pada pasien dengan risiko ataupun pasien dengan ulkus dekubitus, gunakan alas permukaan yang dapat mengurangi tekanan seperti egg crate mattress,natural sheepskin. Matras kasur yang statis dapat digunakan pada pasien yang masih dapat bergerak dalam berbagai posisi, static mattresses ini terbuat dari angin, busa, gel atau kombinasinya yang dapat mengurangi gesekan dan shear dari pasien luka tekan. Matras kasur yang dinamis digunakan pada pasien yang tidak dapat bergerak dalam berbagai posisi. Dynamic support surfaces merupakan alas dengan tekanan yang dapat diubah secara mekanik alas ini biasa disebut dengan low air loss atau air fluidised. Modalitas lain seperti waterbed sudah jarang digunakan, dan hanya digunakan di negara-negara dengan keterbatasan fasilitas. Gunakan bantalan dalam bentuk foam pada tonjolan tulang untuk mengurangi terjadinya gesekan. Perubahan posisi yang dilakukan setiap 1-2 jam



 

 

Debridement pada pressure Ulcers

 

 

Debridement adalah proses pengangkatan jaringan mati, terinfeksi, atau tidak sehat dari luka untuk mempercepat penyembuhan dan mencegah komplikasi. Prosedur ini penting dalam manajemen luka karena jaringan nekrotik dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri dan menghambat proses penyembuhan.

1. Tujuan debridement

a. Menghilangkan jaringan nekrotik yang menghambat penyembuhan luka.

b. Mengurangi beban bakteri dan risiko infeksi.

c. Menyiapkan dasar luka untuk terapi lanjutan seperti balutan lembap (moist wound healing) atau cangkok kulit.

d. Mempercepat proses penyembuhan dan mengurangi komplikasi.

2. Jenis-Jenis Debridement

Berikut adalah lima metode utama debridement yang dikenal dengan akronim BEAMS:

a. Biological (Biosurgical) Debridement : Menggunakan larva steril dari lalat Lucilia sericata untuk memakan jaringan mati dan mengeluarkan zat antibakteri. Efektif pada luka kronis atau terinfeksi yang sulit diobati dengan metode lain

b. Enzymatic Debridement : Mengaplikasikan enzim topikal (misalnya kolagenase) untuk melarutkan jaringan nekrotik.Cocok untuk pasien yang tidak dapat menjalani debridement bedah.

c.  Autolytic Debridement : Memanfaatkan enzim alami tubuh dan kelembapan dari balutan seperti hidrogel atau film transparan untuk melunakkan jaringan mati.Metode paling tidak invasif dan hampir tanpa rasa sakit.

d. Mechanical Debridement : Menggunakan kekuatan fisik seperti irigasi, hidroterapi, atau balutan basah-kering untuk mengangkat jaringan mati. Dapat menyakitkan dan berisiko merusak jaringan sehat.

e. Surgical (Sharp) Debridement : Dilakukan oleh tenaga medis terlatih menggunakan alat bedah seperti pisau bedah atau gunting untuk mengangkat jaringan mati secara langsung. Metode paling cepat dan efektif, terutama untuk luka dengan jaringan nekrotik luas.

 


 

 

 

Offloading/ Redistribusi Tekanan Pada Pressure Ulcers

  Tatalaksana utama dari ulkus dekubitus adalah melakukan offloading tekanan dari lokasi luka. Offloading dari tekanan ini dapat dilakukan...